Untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat ini, konsep komputasi edge telah mendapatkan momentum yang sangat besar. Server edge mendekatkan sumber daya komputasi dan jaringan ke IoT dan perangkat yang terhubung. Pusat data edge berukuran cukup kecil, biasanya antara 1 hingga 10 rak TI yang menggunakan daya 100kW atau kurang, yang digunakan untuk aplikasi penting di gedung pintar, fasilitas rumah sakit, atau transportasi pintar.
Komputasi tepi adalah paradigma komputasi terdistribusi yang mendekatkan komputasi dan penyimpanan data ke lokasi yang diperlukan untuk meningkatkan waktu respons dan menghemat bandwidth [1] . Peningkatan perangkat IoT di tepi jaringan menghasilkan sejumlah besar data untuk dihitung di pusat data, sehingga mendorong kebutuhan bandwidth jaringan hingga batasnya [2] . Perkembangan edge baru-baru ini terkait erat dengan hadirnya jaringan seluler 5G dan mencakup beragam kasus penggunaan dan aplikasi seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.
Kebutuhan untuk mengurangi latensi transfer data, bandwidth data yang lebih tinggi, dan kepemilikan keamanan data untuk aplikasi yang kritis terhadap waktu (seperti pengawasan video, manajemen lalu lintas, dan kendaraan otonom, dll.) telah meningkatkan adaptasi Komputasi tepi. Komputasi tepi memiliki keunggulan besar, seperti: